
Pada suatu pagi di istana Khalifah Harun Al-Rasyid, suasana terasa hening dan khidmat. Khalifah ingin menguji ketegasan Abunawas, yang selalu dikenal karena kecerdasannya tetapi juga kelucuannya yang kadang membuatnya terlihat tidak serius.
Khalifah memerintahkan agar seorang pengawal menyamar sebagai penjahat dan mengganggu ketertiban di pasar utama kota Baghdad. Tugas Abunawas adalah menangkap penjahat tersebut dan membawa dia ke hadapan Khalifah.
Abunawas menerima tantangan tersebut dengan sikap yang serius. Dia segera pergi ke pasar dan mulai menyelidiki situasi. Setelah beberapa waktu, Abunawas menemukan seorang lelaki yang mencurigakan, mencoba mencuri dari salah satu pedagang di pasar.
Abunawas menghampiri lelaki tersebut dengan langkah tegas. Dia menangkapnya dengan cepat dan mengikatnya dengan kuat. Lelaki itu berusaha membebaskan diri, namun Abunawas menunjukkan kekuatan dan ketegasannya dengan mempertahankan pegangannya.
Ketika membawa penjahat itu ke istana, Abunawas tiba-tiba tersenyum dan berkata kepada Khalifah, "Yang Mulia, saya telah menangkap penjahat ini sesuai dengan perintah Anda. Namun, izinkan saya untuk mengungkapkan satu hal yang lucu."
Khalifah, penasaran, mengizinkannya untuk berbicara.
Abunawas kemudian berkata kepada penjahat yang diikatnya, "Tidak apa-apa jika Anda mencuri barang-barang di pasar, tapi seharusnya Anda lebih bijaksana untuk tidak mencuri di hadapan Abunawas!"
Khalifah dan para hadirin tertawa mendengar kata-kata Abunawas. Mereka menyadari bahwa Abunawas tidak hanya tegas dalam menangkap penjahat, tetapi juga memiliki kecerdasan yang selalu membuat situasi menjadi lebih hidup.
Dari cerita ini, kita belajar bahwa kecerdasan Abunawas tidak hanya terletak pada tindakan-tindakan yang serius, tetapi juga dalam kemampuannya untuk melihat sisi lucu dalam situasi yang serius. Abunawas mengajarkan bahwa kecerdasan dan ketegasan dapat dipadukan dengan kebijaksanaan yang humoris untuk menciptakan solusi yang unik dan menyenangkan.