Namun, seorang pemuda bernama Raka, tertarik untuk mencari tahu kebenarannya. Pada malam purnama, ia menyelinap pergi dan mendekati gua yang diceritakan. Gua itu besar dan gelap, dengan udara yang terasa dingin dan lembab. Ketika ia melangkah masuk, langkah-langkahnya terdengar bergema, dan ia mulai merasakan ada sesuatu yang mengawasinya dari bayang-bayang. Hanya beberapa langkah masuk, ia menemukan sebuah pintu tua yang berukir simbol-simbol aneh, tampak seolah berusia ratusan tahun.
Dengan berani, Raka mendorong pintu itu hingga terbuka. Ia melihat sebuah ruangan besar yang dipenuhi oleh asap putih, dan di tengah ruangan itu berdiri sosok tinggi, berjubah hitam, dengan mata merah menyala yang memandang langsung padanya. Jin itu tersenyum, dan sebelum Raka sempat berbalik, pintu gua tertutup dengan keras di belakangnya. Teriakannya terdengar nyaring di antara tebing-tebing gua, namun tak ada yang mendengarnya.
Keesokan harinya, warga desa menemukan jejak-jejak kaki Raka yang berakhir di depan gua, namun tak ada tanda-tanda keberadaannya. Hanya angin yang berhembus lembut, seolah menyembunyikan rahasia apa yang terjadi di dalam sana.
.webp)