Pengawal Gerbang

 


    Desa itu dikenal memiliki benteng tua yang dihuni oleh jin yang dipercaya sebagai pengawal gerbang menuju alam gaib. Penduduk setempat telah mengetahui hal ini selama berabad-abad, dan mereka selalu menghindari benteng itu, terutama saat senja mulai turun. Namun, seorang pria bernama Dimas yang tak percaya dengan cerita tersebut, memutuskan untuk menguji kebenarannya.

    Malam itu, Dimas mendekati benteng dengan lampu senter di tangan. Ia menyusuri lorong-lorong gelap dan dingin, merasa semakin tertarik untuk menemukan rahasia yang tersembunyi di dalam benteng tua itu. Namun, langkahnya terhenti saat ia mendengar suara derap langkah berat dari ujung lorong. Ketika ia berbalik, ia melihat bayangan hitam tinggi dengan mata merah menyala berdiri di sana, memandangnya dengan tajam.

    Ketakutan menyelimuti Dimas, tapi ia mencoba melangkah mundur. Namun, setiap langkahnya diikuti oleh bayangan tersebut. Sosok itu tampak semakin mendekat, dan Dimas dapat merasakan hawa dingin yang membuatnya tak bisa bergerak. Jin penjaga itu kemudian membuka mulutnya dan berbisik, "Ini adalah gerbang yang tidak boleh dilanggar oleh manusia."

    Keesokan paginya, penduduk desa menemukan senter Dimas di depan benteng, namun Dimas sendiri tak pernah ditemukan lagi.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama