Permintaan Terakhir


 


Di sebuah rumah tua yang penuh dengan barang antik, Nara menemukan sebuah cermin yang menarik perhatiannya. Cermin itu memiliki bingkai berwarna hitam legam dengan ukiran yang rumit, seolah-olah menceritakan kisah-kisah zaman dahulu. Orang-orang mengatakan bahwa cermin tersebut dihuni oleh jin yang mampu mengabulkan permintaan apa pun bagi siapa saja yang berani menatap ke dalamnya pada malam hari.

Nara, yang selalu penasaran, memutuskan untuk mencoba. Pada tengah malam, ia menatap ke dalam cermin sambil memikirkan keinginannya. Ia meminta agar seluruh keluarganya hidup makmur dan bahagia. Tiba-tiba, bayangannya di cermin berubah; wajahnya tampak lebih tua, dengan keriput di wajah dan rambut yang memutih. Meski takut, Nara merasa puas karena permohonannya sepertinya akan terkabul.

Namun, keesokan harinya, Nara melihat perubahan pada dirinya. Setiap kali ia melihat ke cermin, pantulannya menjadi semakin tua dan tak asing lagi dengan tanda-tanda penuaan yang drastis. Ia menyadari bahwa setiap kali ia meminta sesuatu, jin itu menukar keinginannya dengan tahun-tahun hidupnya. Meski begitu, ia merasa tidak bisa berhenti; hasrat untuk terus meminta semakin menguasainya.

Hingga suatu malam, saat ia meminta permintaan terakhir, cermin itu retak, dan sosoknya benar-benar menghilang dari pantulannya. Kini ia hanya bisa merasakan bayangannya yang tertinggal di dalam cermin, terkurung bersama jin yang telah ia bebaskan dengan harga dirinya.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama